Update status Via Hp Mahal disini!









Festival Keraton Masuk Kalender Visit Indonesia 2008

Festival Keraton Nusantara (FKN) VI yang akan dilaksanakan di Kabupaten Gowa menjadi salah satu even dalam kalender nasional tahun kunjungan wisata Indonesia atau Visit Indonesia 2008. FKN direncanakan berlangsung bulan Oktober mendatang. "Tahun ini kita menghadapi dua momen besar, yaitu 100 tahun hari kebangkitan nasional dan Visit Indonesia 2008. Gowa mengambil bagian, yakni pelaksanaan Festival Keraton Nusantara," ungkap Kepala Dinas Pariwisata Seni dan Budaya Kabupaten Gowa, Rimba Alam A Pangerang, Rabu (2/1).
Persiapan pelaksanaan even dua tahunan tersebut, katanya, sudah dilakukan dengan pertemuan unit kerja terkait se-Sulsel di Gedung Mulo, Makassar, beberapa waktu lalu. FKN merupakan ajang pertemuan budaya kerajaan, raja-raja, serta pemangku adat dari seluruh Indonesia. FKN rencananya dipusatkan di Kota Sungguminasa di mana istana Kerajaan Gowa, Balla Lompoa, berada. Kegiatan itu antara lain kirab prajurit kerajaan, gelar budaya, pameran benda- benda pusaka kerajaan, pameran pakaian tradisional, dan makanan tradisional. Sebagian kegiatan, tambah Rimba, akan dilaksanakan di kawasan wisata alam Malino, Kecamatan Tinggimoncong, sekitar 60 kilometer dari Kota Sungguminasa. Kegiatan itu berupa dialog budaya dan pameran bunga. Wisatawan Kegiatan FKN itu akan berlangsung selama sepekan. Karena telah menjadi salah satu kalender even tahun kunjungan wisata, dinas pariwisata menargetkan ribuan wisatawan mancanegara akan ikut menyaksikan acara budaya tersebut. "Kita usahakan bisa dibuka oleh Bapak Presiden (Susilo Bambang Yudhpyono) atau Bapak Wakil Presiden (Jusuf Kalla). Minimal dibuka oleh menteri pariwisata (Jero Wacik) dan kita berharap kegiatan ini bisa menghadirkan ribuan turis," kata Rimba. Kegiatan ini juga diharapkan bisa memberikan sumbangan pendapatan bagi daerah dan masyarakat. Masyarakat diharap berpartisipasi dengan menjadi tuan rumah yang baik dan menjajakan aneka kekhasan daerah ini, seperti suvenir dan makanan. Sumber:http://tribun-timur.com/view.php?id=58485

Somba Opu Akan Dilengkapi Water Bomb

Makassar, 25 September 2008.Benteng Somba Opu yang terletak di perbatasan Kota Makassar dan Gowa tidak lama lagi akan berubah wajah. Tidak lagi sepi dan muram seperti saat ini.
Pemprov Sulsel akan menyerahkan pengelolaannya kepada seorang pengusaha asal Sulsel yang sukses di Bali, Zaenal Thayeb.
 Zaenal yang memiliki beberapa hotel, resort, kapal tangker, dan sejumlah perusahaan peternakan baik di Jawa maupun di Nusa Tenggara Barat, dipercayakan mengelola kawasan budaya tersebut agar kelihatan lebih hidup.
Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo kepada wartawan usai melakukan pertemuan dengan Zaenal mengatakan, kawasan tersebut akan diubah menjadi tempat out bond, watar bomb, taman burung, dan aneka tempat wisata keluarga lainnya.
"Kalau hal itu dilakukan, tidak akan merubah yang sudah ada. Sebagai pengusaha berdarah Bugis, Makassar, dan Mandar, ia kami undang untuk mengelolanya," kata Syahrul.
Zaenal menyambut baik permintaan tersebut. Dalam waktu dekat, lelaki ceking dengan ciri khas rambut diikat ini akan menindaklanjuti permintaan tersebut dalam waktu dekat.
Benteng Somba Opu pernah diminta oleh pengelola Institut Kesenian Makassar yang dipimpin oleh Diza Rasyid Ali untuk dijadikan sebagai kawasan pendidikan budaya dan kesenian.
Namun rencana itu ditolak secara halus oleh Syahrul dan mengarahkan Diza untuk menggunakan tempat lain di Gowa sebagai kampus IKM. Sumber:http://www.tribun-timur.com/

PSM Seri 1-1 Versus PSMS Tadi Malam

Makassar, 21 Sertember 2008. Kemenangan PSM yang sudah di depan mata sirna begitu saja, hanya beberapa detik sebelum pertandingan berakhir tadi malam. PSMS Medan mendapat hadiah penalti setelah Iqbal Samad handsball di menit ke-90 yang mengubah skor menjadi 1-1 di lanjutan Liga Super 2008/2009 di Stadion Mattoanging Andi Mattalatta, Makassar, Sabtu (20/9) malam.
Ironisnya, hasil buruk ini diperoleh PSM hanya berselang beberapa jam setelah Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo membayar gaji pemain. Syahrul mengucurkan dana sekitar Rp 478 juta untuk membayar gaji pemain yang sudah menunggak satu bulan karena manajemen mengalami krisis keuangan.
 PSM sempat unggul duluan lewat gol tembakan keras Syamsul Haeruddin di menit 55. Sayang, menjelang bubaran, striker PSMS Anderson menyamakan kedudukan menjadi 1-1 lewat titik putih. PSMS mendapatkan hadiah penalti setelah Iqbal Samad handsball di dalam kotak penalti.
Usai pertandingan, manajemen PSM melakukan protes keras kepada Pengawas Pertandingan (PP), Maurice. PSM protes karena wasit tidak memberikan kartu merah kepada gelandang PSMS, Asri Akbar, meski sudah mengantongi dua kartu kuning.
"Sebelum penalti saya sempat tanya kepada PP kalau nomor 29 (Asri Akbar) itu dapat kartu merah. Tapi, PP bilang dia baru dapat satu kartu kuning. Katanya yang dapat kartu kuning tadi nomor 27," kata Asisten Manajer PSM Bidang Keuangan, Suhardi Hamid.
Menurut Suhardi, seharusnya sebelum PSMS melakukan penalti, Asri sudah harus keluar dari lapangan. "Kami akan melayangkan surat protes kepada PSSI. Pertandingan ini tidak sah karena PSMS menurunkan pemain yang tidak sah (Asri Akbar)," kata Suhardi.
PSM juga protes terhadap PP yang tidak jeli melihat pertandingan. "Kalau memang PP- nya jeli, kejadian ini pasti tidak akan terjadi. Masak PP bisa salah lihat nomor punggung pemain," kata Suhardi.
Maurice yang dikonformasi usai pertandingan mengakui kesalahannya. Ia mengaku Asri seharusnya dikeluarkan dari lapangan. "Saya sudah cocokkan nomornya yang kena kartu merah dengan wasit. Ternyata memang nomor 29 (Asri)," kata pria asal Ternate ini.
Manajemen PSM juga ramai-ramai mendatangi Maurice dan melakukan protes keras. "Apapun yang terjadi, nanti saya akan laporkan semuanya kepada PSSI. Saya tidak bisa bilang pertandingan ini sah atau tidak. Semua yang putuskan adalah PSSI," dalih Maurice.
Asri, yang masuk menggantikan Ramadani di menit ke-85, diganjar dua kartu kuning oleh wasit Agus Winardi pada menit ke-87 dan ke-90. Meski begitu, pemain asal Makassar ini tetap dimainkan.
Pada pertandingan ini, PSM sempat memainkan 10 pemain setelah Irsyad Aras diusir di babak kedua akibat mendapat dua kartu kuning. Irsyad dipastikan absen saat menjamu Sriwijaya FC di Stadion Mattoanging, Makassar, Jumat (26/9). Selain itu, PSM juga tidak boleh menurunkan gelandang elegannya, Ali Khaddafi. Pemain asal Togo ini terkena hukuman akumulasi kartu kuning.
"Meski kecewa, tapi kita juga harus mensyukuri karena telah mendapatkan satu poin," kata Pelatih PSM, Raja Isa bin Raja. Di ruang ganti pemain, pria asal Malaysia ini tetap membakar semangat pasukannya.
"Jangan terlalu kecewa. Kalian semua sudah bermain bagus dan menguasai permainan. Kalau memang Tuhan mengizinkan, kalian bisa menang 14-1," katanya.
12 peluang
Bermain tanpa penonton, pemain PSM Makassar langsung tampil menggebrak sejak kick off. Pemain PSM tampak ingin sekali mencetak gol ke gawang PSMS Medan.
Peluang pertama Ayam Jantan dari Timur diperoleh striker asing Aldo Baretto di menit kesembilan melalui sundulan kepala setelah mendapat umpan dari Julio Lopez. Tapi sayang masih bisa ditepis kiper PSMS Ghali Sudaryono.
Selanjutnya, PSM terus menggempur pertahanan PSMS melalui kombinasi serangan dari segala arah. Gelandang asing PSM Claudio Pronetti di pertandingan tadi malam tampil cemerlang dengan berkali-kali menjadi inspirator serangan PSM.
Pronetto sering memberikan umpan akurat kepada Baretto dan Lopez dan melakukan penetrasi ke pertahanan PSMS terutama dari sisi kiri pertahanan PSMS. Lopez kembali mendapat peluang di menit ke-15, tapi tendangan Lopez kembali dapat diblok Ghali.

Ghali di pertandingan tadi malam berkali-kali melakukan penyelamatan cemerlang dengan terus menahan serangan PSM yang bertubi-tubi baik dari Baretto maupun Lopez. Lopez kembali mendapat di menit 22 yang sudah bebas dari kawalan pemain belakang PSMS.

Tapi Ghali kembali menahan tendangan Lopez. Tercatat Ghali melakukan penyelamatan sebanyak lima kali di babak pertama. Kepintaran Ghali menahan bola dari serangan lini depan PSM ini sempat membuat pemain PSM putus asa melakukan serangan.

Hingga berakhirnya babak pertama tak satupun gol tercipta. PSMS juga tidak mampu mencetak gol ke gawang PSM. Di sepanjang babak pertama, nyaris tidak ada peluang dari PSMS. Bola lebih dominan dikuasi pemain PSM hingga membuat tim tamu kesulitan mengembangkan permainan.

"Kami memiliki 12 peluang mencetak gol tapi kiper PSMS memang tampil cemerlang di pertandingan ini. Mungkin ini malam bukan keberuntungan kami untuk menang," kata Raja saat konferensi pers usai pertandingan.

Di babak kedua PSM terus melancarkan serangan ke kubu lawan Gol yang ditunggu-tunggu akhirnya tercipta melalui tendangan keras Syamsul di menit 55 setelah mendapat umpan dari Irsyad.

Ketinggalan satu gol membuat PSMS bangkit dan melakukan serangan ke kubu PSM. Namun pemain PSM yang di pertandingan tadi malam tampil sigap beberapa kali mampu melakukan penyelamatan.

Di menit-menit akhir pertandingan, PSM mulai bertahan dengan menarik Aldo Baretto dan memasukkan Yus Arfandy sebagai gelandang. Handi Hamzah dan Diva Tarkas juga dimasukkan untuk menambah pertahanan.

PSM juga harus bermain dengan 10 pemain setelah gelandang Irsyad dikeluarkan wasit di menit 87 setelah mendapat kartu merah (dua kali kartu kuning). Kondisi inilah yang membuat permainan PSM pincang di menit-menit akhir pertandingan.

Istri Diusir
Laga tanpa penonton ini membuat Panitia Pelaksana (Panpel) pertandingan PSM kesulitan mengatur penonton yang ingin menyaksikan laga ini. Di sepanjang babak pertama kubu PSMS melakukan protes karena merasa masih banyak penonton di stadion.

Beberapa kali Panpel memperingatkan penonton agar tidak ribut dengan mengeluarkan suara-suara teriakan. Di pertandingan tadai malam, penonton di tribun VIP Utama memang terlihat banyak.

Selain wartawan yang meliput ada juga beberapa keluarga pemain PSM dan beberapa petugas dari Panpel yang nonton. Suasana ini membuat tribun VIP utama seperti penuh dengan penonton.

Di masa jeda pertandingan Panpel dan Kapolwiltabes Makassar Kombespol Burhanuddin Andi meminta kepada penonton yang tidak berkepntingan agar keluar dari stadion. Beberapa petugas juga yang ada di tribun utama juga diminta keluar termasuk juga keluarga pemain PSM.

Istri Lopez, Baretto dan Pronetto juga disuruh keluar stadion. Bahkan tak pandang bulu kiper PSM Frenky Irawan dan beberapa pemain cadangan PSM yang nonton juga disuruh keluar. Setelah penonton di stadion tidak ada lagi kecuali wartawan dan petugas keamanan, pertandingan babak kedua baru dimulai.
Denda PSMS
Pelatih Eric William dan manajer PSMS Medan tidak hadir dalam konferensi pers usai pertandingan. Padahal sesuai manual Liga Super, pelatih dan manajer tim diwajibkan menghadiri konferensi pers usai pertandingan.

Jika tidak ada perwakilan dari tim, maka tim tersebut akan mendapat sanksi dari Badan Liga Indonesia (BLI) berupa denda uang sebesar Rp 20 juta.

Konferensi pers hanya dihadiri perwakilan dari PSM yaitu, Raja Isa (pelatih) dan Ishlah Idrus (manajer PSM). Beberapa wartawan yang hadir saat konferensi pers mengaku kecewa karena tidak ada pernyataan dari tim tamu. Sumber: http://www.tribun-timur.com/

Tol Seksi IV Dinyatakan Laik Operasi

Makassar, 20 September 2008. Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Departemen Pekerjaan Umum mengeluarkan/menerbitkan sertifikat laik operasi bagi Jalan Tol Seksi IV (JTSE) di Jakarta, Jumat (19/9).
Hal itu diungkapkan Direktur Utama PT JTSE Aslam Katutu melalui ponsel usai mengikuti rapat di Sekretariat Negara.
 "Salah satu syarat awal operasi suatu jalan tol yakni harus memiliki sertifikat laik fungsi operasi. Ini berarti ruas JTSE Makassar dapat beroperasi layaknya sebuah jalan tol," tutur Aslam.
Namun, menurutnya, untuk mulai ditetapkan masa komersial atau berlaku tarif tol pihak PT masih menunggu surat keputusan Menteri Pekerjaan Umum yang akan segera diterbitkan menyusul berdasarkan sertifikat laik fungsi operasi.
Tarif tol yang akan diberlakukan di ruas JTSE dipastikan lebih tinggi dari tarif selama ini, menjadi Rp 6.000 untuk kendaraan golongan I yakni sedan, jip pikap, truk kecil dan bus.
Tarif Rp 6.000 berlaku untuk rute Jembatan Tallo menuju Mandai, demikian pula sebaliknya. Sedangkan untuk perjalanan Kima (Parangloe)-Jembatan Tallo, Kima-Mandai dan Baddoka- Jembatan Tallo hanya dikenakan tarif Rp 3.000.(lihat tabel).
Ruas jalan tol yang menghubungkan pusat Kota Makassar ke Bandara Sultan Hasanuddin itu telah diujicoba operasi sejak 18 September lalu.
Sebelumnya, pendiri Bosowa Corporation, Aksa Mahmud, mengungkapkan, jalan tol sepanjang 11,5 km itu kini digunakan sekitar 36 ribu kendaraan per hari.
"Ada peningkatan pengguna jalan tol yang cukup signifikan. Sebelumnya hanya sekitar 22 ribu hingga 24 ribu kendaraan per hari," ujar Wakil Ketua MPR RI ini.

SBY Resmikan Bayar Pakai Smile Card

JALAN tol seksi IV akan diresmikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Jumat (26/9). Peresmian itu bersamaan dengan peresmian Bandara Internasional Sultan Hasanuddin dan pengoperasian Kapal Pelni.
Serimoni pengoperasian jalan tol akan ditandai dengan transaksi pembayaran tarif tol dengan menggunakan Smile Card di Gerbang Tol Bringkanaya oleh SBY.
Smile Card merupakan kartu pelanggan pengguna tol dengan sistem voucher/elektronik. Pengguna tinggal menggesekkan Smile Card tiap lewat gerbang tol. Itu untuk mengurangi waktu transaksi dan memudahkan pengguna jalan tol.Sumber:http://www.tribun-timur.com/

PSM kalah, Suporter Rusuh

Makassar, 16 September 2008. Ribuan suporter PSM Makassar mengamuk saat tuan rumah kalah 1-3 dari tim Persela Lamongan, Jatim, pada lanjutan pertandingan Liga Super Indonesia di Stadion Mattoanging, Andi Mattalatta, Senin (15/9) malam.
Kerusuhan pecah sekitar pukul 23.10 usai pemain Persela mencetak gol ketiga melalui tembakan Marcio Souza pada menit 71. Bola gagal ditepis kiper PSM, Syamsidar.
Wasit yang memimpin pertandingan Oleahadi dari Jakarta memutuskan menunda pertandingan karena situasi yang tidak memungkinkan.
Penonton di tribun terbuka yang tidak terima dengan kekalahan tersebut menjebol pagar stadion dan masuk ke tengah lapangan. Mereka juga mendekat ke bangku cadangan Persela dan melempari pemain tim tamu.
Sekitar 10 menit kemudian, penonton membakar gawang di sisi selatan stadion. Api membesar dan merusak gawang.
Untuk mengamankan situasi, ratusan aparat kepolisian menghalau penonton ke luar lapangan. Namun penonton melakukan perlawanan sehingga terjadi aksi saling lempar.
Kepala Kepolisian Kota Besar (Kapolwiltabes) Makassar
Kombes Burhanuddin Andi beberapa kali menenangkan penonton melalui pengeras suara. Namun penonton tetap tidak terkendali. Dua orang sempat diamankan dengan tuduhan provokator dan dua penonton lainnya pingsan.

Manajemen PSM Makassar mengaku pasrah dengan sanksi yang bakal diterima akibat kerusuhan suporter tersebut.
Asisten Manajer PSM Bidang Keuangan, Suhardi Hamid, memprediksikan PSM kemungkinan dijatuhi sanksi berat dari Badan Liga Indonesia (BLI).
"Kami perkirakan mendapat sanksi berupa denda uang dan partai usiran. Kemungkinan denda uangnya sekitar Rp 150 juta," kata Suhardi.
Namun, apapun bentuk sanksi yang dijatuhkan BLI, manajemen PSM tampak bersikap pasrah. Mereka tidak akan melakukan protes atau naik banding.
"Kami tidak akan banding. Biarlah ini menjadi pelajaran bagi penonton Makassar yang ternyata belum dewasa dalam menyikapi hasil buruk yang dialami PSM di Makassar," tambah Asisten Manajer PSM Bidang Humas, Nurmal Idrus.
"Untuk selanjutnya, kita berharap siapa pun yang menjadi pelaku kericuhan di Mattoanging, termasuk para pelempar petasan akan menjadi musuh bersama kita," tambah Nurmal.
Meski pasrah mengenai sanksi, namun manajemen berharap BLI memberikan keputusan yang seadil-adilnya. "Mudah-mudahan BLI tidak gegabah dalam menjatuhkan sanksi," kata Nurmal.
Untuk menghindari kejadian seperti ini terulang kembali, manajemen PSM juga akan meminta BLI untuk tidak menggelar dua partai kandang di Makassar.
Dua partai kandang tersebut adalah melawan Persitara Jakarta Utara, 22 Oktober mendatang, dan Persib Bandung, 28 Oktober. Kebetulan dua laga ini juga menjelang Pemilihan Wali Kota Makassar, 29 Oktober mendatang.
"Kami akan memohon kepada BLI agar partai home melawan Persitara dan Persib digelar tanpa penonton di luar Makassar. Ini untuk memberi efek jera kepada publik Makassar yang belum dewasa," jelas Nurmal. Diperkirakan PSM akan mendapat sangsi denda sebesar 150 juta dan tidak akan main kandang lagi di Makassar.

Malam Ini PSM VS PERSELA di Matoangin

Makassar, 15 September 2008. PSM akan melakoni lanjutan pertandingan kandang LSI melawan PERSELA Lamongan di Matoangin. Yang akan disiarkan RRI pada pukul 22.00 WITA nanti malam. PERSELA datang ke Makassar dengan target merebut kemengan sebab pelatih mereka adalah mantan pemain dan Pelatih PSM yaitu M. Basri. Karena itu mereka akan bertekat mencuri poin di kandang PSM sebab Palatih mereka sudah mengetahui titik lemah dari PSM Makassar.