
Makassar, 31 Agustus 2008. Benteng Rotterdam, yang kerap mendapat sebutan Benteng Ujung Pandang atau menjadi satu-kesatuan dengan kawasan Pantai Losari di Kota Makassar.
Karena itu, setiap berkunjung ke pantai di sisi barat kota yang berjulukan ‘Anging Mammiri’ ini, pelancong juga menyaksikan karya monumental yang sarat dengan nilai sejarah.
Benteng Rotterdam ini, pertama kali dibangun oleh Raja Gowa X, Imanriogau Daeng Bonto Karaeng Lakiung Benteng itu diberi nama Pannyua, dalam bahasa Makassar berarti penyu, karena bentuknya seperti penyu atau kura-kura. Kemudian pada tahun 1634 pembangunannya dilanjutkan Raja Gowa XIV, Imangngarangi Daeng Manrabia Sultan Alauddin.
Selain dikenal sebagai Benteng Pannyua, benteng ini juga dikenal dengan nama Benteng Ujung Pandang. Pemberian nama Benteng Unjung setelah perjanjian Bungaya, 18 November 1667, benteng tersebut berada di tangan penjajah Belanda dan namanya diubah menjadi Benteng Rotterdam.
Pemberian nama Rotterdam ini diambil dari nama kota kelahiran Speelman yang merebut Benteng Ujung Pandang dari kekuasaan Kerajaan Gowa. Benteng itu kemudian dijadikan pusat pertahanan tentara Belanda hingga tahun 1942. Sekarang benteng ini biasa dijadikan tempat acara maupun untuk berlibur akhir pekan.